Senin, 19 Juni 2017

Ayah

Setiap kerutan yang mulai nampak
Tetes keringat yang membahasi wajah
Engkau kerja keras banting tulang
Tak kenal panas tak kenal hujan
Kepala dijadikan kaki
Kaki kau jadikan kepala
         Terik matahari menjadi saksi bisu
         Perjuangan ayah yang tak punya rasa lelah
         Bukan mobil mewah, maupun rumah bertingkat
         Hanya canda tawa menjadi obat
         Ayah, engkaulah lilin yang menerangi gelapnya hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar