Setiap kerutan yang mulai nampak
Tetes keringat yang membahasi wajah
Engkau kerja keras banting tulang
Tak kenal panas tak kenal hujan
Kepala dijadikan kaki
Kaki kau jadikan kepala
Terik matahari menjadi saksi bisu
Perjuangan ayah yang tak punya rasa lelah
Bukan mobil mewah, maupun rumah bertingkat
Hanya canda tawa menjadi obat
Ayah, engkaulah lilin yang menerangi gelapnya hidupku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar